Pagelaran Seni Mangkunegaran 2011: Beginilah Rasanya Melihat Karya Budaya Kita

badge2Jumat malam, 20 Mei 2011 adalah hari yang spesial buatku. Betapa tidak, hampir 3 tahun aku berada di bumi para Raja ini, belum sekali pun melihat pagelaran kelas kraton yang di gelar di tempat asalmulanya. Karena kesibukan atau prioritas yang lain aku tidak bisa menghadiri pagelaran-pagelaran seni ini pada tahun-tahun sebelumnya. Namun kali ini, benar-benar kesempatan sekaligus kenikmatan yang luar biasa dapat melihat keindahan seni warisan leluhur kita. Pagelaran itu adalah “Mangkunegaran Performing Art 2011″.

graphic4

Seperti halnya pagelaran-pagelaran seni yang pernah ditampilkan di kota “The Spirit of Java” ini, pengunjung dan penikmat seninya tidak hanya para warga lokal, tetapi juga para pejabat dan wisatawan asing. Sebagai mahakarya seni, tentu saja acara ini menjadi daya tarik yang memikat khususnya para wisatawan asing. Banyak sekali wisatawan asing yang dating menyaksikannya. Kegiatan yang dikemas apik ini menampilkan 4 karya seni tari, 3 karya pertama merupakan warisan para raja Mangkunegaran dan yang terakhir adalah karya inovatif para seniman dari akademi seni Mangkunegaran. Semuanya sangat menarik.

p7201964

Tari Gambyong Pareanom Mangkunegaran

Mangkunegaran Performing Art 2011 dibuka oleh salah seorang Pangeran dari Kraton Mangkunegaran dan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pementasan tari Gambyong Pareanom Mangkunegaran. Tari ini merupakan tari yang dipentaskan dalam penyambutan tamu yang berkembang pada masa pemerintahan Raja Mangkunegara VII. Jadi jelas, pasti tari ini akan selalu ditampilkan pertama kali di setiap even pagelaran seni keraton Mangkunegaran. Ada 7 penari yang cantik-cantik di sana, terutama 2 yang ditengah. Wow, very beautiful!

Tari Serimpi Pandelori

Tari Serimpi Pandelori

Kemudian dilanjutkan dengan tari Serimpi Pandelori yang diciptakan pada masa pemerintahan Mangkunegara V. Empat orang penari yang tak kalah cantik dari yang sebelumnya menampilkan sajian yang sangat menarik bagi aku. Maklum, tiga tahun di Solo baru kali ini melihat tari yang langsung ditampilkan oleh jajaran putri-putri keraton Mangkunegara (mungkin saja begitu). Yang jelas beda dong dengan sajian yang pernah kulihat di sekolah dulu. Iya kan. Tari ini mengisahkan perjalanan Dyah Sirtupelaheli yang sedang naik burung garuda untuk mencari suaminya Sang Ambyah yang dipenjara oleh Prabu Kanyun di Parangakik. Inti ceritanya panjang, intinya Sang Ambyah dapat dibebaskan oleh adik Raja Parangakik dan dia dijadikan suami bersama. Ha ha ha Core 2 Duo. Ups, Core 2 Wife.

Tari Wireng Narayana-Kalakresna

Tari Wireng Narayana-Kalakresna

Meski bagus, aku mulai ngantuk. Tapi kemudian terkejut melihat 2 laki-laki yang kontradiktif. Yang pertama “bagus” alias tampan. Yang satu diragukan kemanusiaannya. Hanya karena acara ini sudah jelas terkondisikan dan terjamin keamanannya maka aku yakin laki-laki yang menyeramkan dan bertaring ini juga manusia. Kesimpulannya, laki-laki tadi hanya didandani ala Raksasa yang menyeramkan. Dialah pemeran sang Kala Kresna, rezim penguasa Dwarawati sebelum Kresna berkuasa. Sedangkan lelaki yang tampan tadi adalah pemeran Narayana yang sedang terobsesi untuk menikahi Dewi Rukmini tapi harus menjadi raja. Tari ini mengisahkan pertarungan antara Narayana melawan Prabu Kala Kresna yang akhirnya dimenangkan oleh Narayana lewat bantuan Busur Panah Ki Kesowo pemberian gurunya. Tari ini diberi nama Wireng Narayana-Kalakresna, diciptakan oleh GPH Herwasto Kusumo. Tapi sekali lagi, ini juga tari dengan nuansa perang. Jadi dua laki-laki tadi adalah dua seniman, bukan musuh. He he he.

Nah, ketiga karya di atas bisa dikatakan sebagai karya sejarah. Artis pertunjukannya pun semua berasal dari Langenpraja Mangkunegaran. Tidak main-main lho. Sebuah warisan budaya yang begitu memukau, artistik dan penuh dengan nilai-nilai luhur.

Beberapa personil tari Bregada Pareanom sebelum pentas (atas), Wiyaganya in action (bawah)

Beberapa personil tari Bregada Pareanom sebelum pentas (atas), Wiyaganya in action (bawah)

Sedangkan yang terakhir adalah tari garapan modern yang aku katakan inovatif, karena penuh dengan nuansa yang glamour dan terasa penuh semangat. Alunan drum dan kendang yang sangat dominan berpacu dalam setiap fragmen tari. Inilah tari Bregada Pareanom, buah karya para seniman dari Akademi Seni Mangkunegaran (AGSA) Surakarta. Tari ini menggambarkan semangat para prajurit wanita. Ketika melihat tari ini, aku sangat tertarik dengan sajian suara dan performa para penarinya yang terdiri dari 2 laki-laki dan 6 wanita. Konsepnya lebih mirip seperti sendratari atau mungkin itu merupakan sendratari (karena aku sendiri juga belum pernah lihat langsung, misalnya sendratari Ramayana di Candi Prambanan). Yang jelas, tari ini ga bikin aku tidur deh. Semangat, aja aja fighting ! Ikut-ikutan Full House deh.

Di samping keempat pentas yang memukau tadi, pada malam berikutnya masih ada 3 karya lagi yang akan dipentaskan, tapi mungkin aku tidak bisa datang. Dan masih ada 2 hal yang berkesan bagiku. Yaitu kuliner dan seorang bapak yang berkepala botak. Makanan khas Solo banyak tersaji di sana, sayangnya aku tidak membawa uang banyak untuk membeli satu-satu. Dari pada tidak adil, jadinya aku juga tidak membeli semuanya. He he he, alas an klasik anak kos. Aku juga sempat men-shoot foto unik tersebut. Mohon maaf ya Pak. Aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya ingin mengungkapkan kenylenehanku saja. Karena aku menyukai hal-hal yang aneh dan unik.

Special moment : Unic Head, Kuliner, I and my friends

Special moment : Unic Head, Kuliner, I and my friends

Akhirnya, aku cuma bisa berkata. Mangkunegaran Performing Art 2011 is very amazing. Aku melihat kembali kehalusan dan keluhuran budaya Jawa di sini. Di negeri para raja ini, aku akan terus menemukan nilai-nilai ketimuran kita yang mulai luntur. Bagaimana pun kita tetap orang Jawa yang sepantasnya tetap menjaga nilai-nilai luhur ini. Karya pujangga yang tak akan pernah terlupa.


The True Story of Solo

Gerbang Barat Kota Surakarta (Jaman Doeloe)
Gerbang Barat Kota Surakarta (Jaman Doeloe)

Pertama kali menjejakkan kaki di kota raja pada awal-awal masa kuliahku, rasa-rasanya masih begitu asing. Kota yang dulunya merupakan tempat bersejarah sebagai salah satu kota kerajaan Mataram di Jawa ini sangat ramai pada siang harinya. Hampir setiap saat, kendaraan senantiasa memadati jalan-jalan kota, mulai dari jalan utama hingga gang-gang di perumahan. Namun, pada malam hari kawasan kota yang sangat ramai ini relatif sepi dan sudah tidak banyak aktivitas yang dilakukan oleh masyarakatnya.Perbedaan ini cukup mencolok dibandingkan dengan kota Jakarta yang hampir tidak pernah ada perbedaan antara malam dan siangnya. Aneh, tapi menarik.

Kota Pergerakan

H. Samanhudi (Pendiri Serikat Dagang Islam)

Jika kita menelisik memori sejarah panjang bangsa ini, maka nama kota Surakarta akan terlihat dalam deretan kata-kata utama. Bagaimana tidak, kota yang berada di sebelah selatan provinsi Jawa Tengah ini merupakan saksi sejarah lahirnya berbagi pergerakan yang fenomenal dan mampu memberikan warna perubahan. Pada masa pergerakan nasional, kita mengenal nama Serikat Dagang Islam pada 16 Oktober 1905 yang menjadi salah satu perintis lahirnya pergerakan nasional.
Selain itu, berbagai pergerakan yang mengawali runtuhnya rezim-rezim dikator yang pernah berkuasa di Indonesia semua dimulai dari pergolakan yang terjadi di kota ini, mulai pada masa penurunan rezim Bung Karno pada tahun 1960-an hingga rezim Soeharto pada tahun 1998. Sebuah keistimewaan yang unik untuk dikaji dan terus menginspirasi.

Eksotika Budaya
Di kota yang hanya terdiri atas 5 kecamatan ini, aku menjumpai eksotika budaya yang begitu indah dan kental. Setiap pekan, setiap bulan dan mungkin lebih sering lagi selalu ada even kesenian dan kebudayaan Jawa yang digelar di sana-sini terutama yang dipentaskan di Pura Mangkunegaran, Taman Budaya Jawa Tengah (dulu Taman Budaya Surakarta) dan Pendapa ISI Surakarta.

Solo International Performing Art
Solo International Performing ArtSolo International Peforming ArtSolo International Peforming Art

Banyak wisatawan asing dan mahasiswa asing yang studi di sini terlihat antusias menyaksikan kegiatan tersebut. Bahkan sesekali, even tersebut juga menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan mancanegara. Semuanya semakin menambah semarak suasana malam di kota Surakarta. Sebuah eksotika budaya yang begitu mengagumkan. Benar-benar The Spirit of Java

Batik Klewer, Kraton dan Radya Pustaka
Jika Anda berjalan-jalan ke Solo, akan sangat tidak lengkap jika belum mengunjungi pasar Klewer yang terkenal dengan batiknya.

Pasar Klewer

Pasar Klewer adalah bursa batik terbesar di Indonesia. Konon, batik di sini harganya relative murah jika kita berbelanja dalam jumlah besar. Maka tak mengherankan jika banyak pedagang yang kulakan batik di sini kemudian dikirim ke luar Jawa atau luar negeri.
Selain itu, kraton kasunanan Surakarta dan Museum Radya Pustaka juga terlihat memikat. Benda-benda bersejarah yang terlihat di sana menjadi saksi kejayaan kerajaan itu di masa lalu. Yang pasti, benda-benda peninggalan tersebut akan senantiasa menjadi pengingat bagi generasi sekarang agar mengukir kembali masa keemasannya.

Keraton Kasunanan

Kota Modern
Satu hal yang unik lagi adalah adanya proses upgrade yang luar biasa. Lima tahun yang lalu, sebelum saya menjadi mahasiswa di UNS saya melihat kota solo masih biasa-biasa saja. Tapi ketika saya mulai kuliah di sini, banyak terjadi perubahan besar yang diupayakan oleh pemerintah dan masyarakatnya. Tata kota mulai diperbaiki, fasilitas umum diperbanyak. Bahkan kualitas layanan masyarakat di-upgrade menjadi sangat excellent.

Jika dahulu pelayanan surat-surat di kelurahan bersifat manual, sekarang sudah lebih mudah dan lebih cepat dengan sistem digital. Kota Solo kini bukan lagi yang dulu. Kota yang menggeliat menuju kota modern dengan tetap menjaga ciri khasnya sebagai The Spirit of Java. Kota yang tetap dengan nuansa budayanya meskipun terbalut oleh arus modernisasi terus-menerus.

Grand Design Solo Techno Park (Wajah Modern Solo di Masa Depan)

Grand Design Solo Techno Park (Wajah Modern Solo di Masa Depan)

Itulah sedikit kisahku tentang kota yang kutempati saat ini. Semoga kalian tertarik untuk berkunjung ke sini. Banyak inspirasi yang akan kalian dapatkan. Solo, Inspiratif dan terus melakukan perubahan.

badge1


Refleksi 35 Tahun G 30 S/ PKI

Sahabat, ingatkah tanggal berapa hari ini?

Jika tidak ingat tak ingatkan sekarang bahwa hari ini adalah 30 September 2010.

Jika kita menerawang masa lalu, ingatan kita akan sampai pada masa ketika saat itu PKI hendak mengambil alih negara ini. Namun Alloh memiliki takdir yang baik untuk bangsa ini dengan gagalnya kudeta mereka dan kemenangan di pihak bangsa Indonesia. Malam itu adalah malam yang mengerikan bagi para pahlawan revolusi kita ketika mereka diculik dan dibunuh secara biadab.

Jika engkau mau mendengarkan cerita dari kakek-kakek kalian maka bersamaan dengan malam itu dan waktu- waktu sebelumnya malapetaka marxisme dan teman2nya telah melanda negeri ini. Para kiayi dan santri diculik dan dihabisi secara keji, orang-orang yang sedang shalat dibacok, al-Quran diinjak-injak dan semua orang dilanda kecemasan akan lahirnya sebuah negeri yang menafikan Sang Pencipta. Nasib serupa juga menimpa para tokoh agama lainnya. Betapa biadabnya mereka membantai saudara setanah air mereka.

Namun Alloh masih menghendaki bangsa ini tetap menjadi bangsa yang orang-orangnya mengenal-Nya dan menyembah-Nya. Maka Dia menitipkan kemenangan bangsa ini lewat perjuangan para prajurit bangsa yang setia serta orang-orang yang masih cinta pada kedamaian. Kita menang melawan komunisme dan mereka pun dimusnahkan dari bumi pertiwi ini. Kini kisah yang itu tinggal menjadi sejarah.

Namun aku merasa bahwa generasi kini telah lupa mensyukuri buah kemenangan itu. Bukankah Alloh telah melimpahkan kemenanga demi kemenangan bagi bangsa ini setelah sekian lama tertindas dan terintimidasi. Sehingga untuk sekedar hidup saja kita harus berjuang jeras. Apalagi untuk beribadah dan menegakkan kalimat-Nya yang agung. Mulai dari zaman penjajahan, perang kemerdekaan hingga berbagai polemik sejarah yang pernah mewarnai kehidupan negeri ini. Maka sangat rugilah jika engkau wahai para pemuda di saat semua fasilitas saat ini sudah sedemikian lengkap dan canggih namun kita justru melupakan posisi dan kedudukan kita. Alangkah celakanya jika kita melupakan perjuangan para pendahulu kita. Untuk apa mereka berjuang, untuk apa mereka meraih kemerdekaan, tidak lain hanyalah agar bangsa ini dapat menikmati indahnya hidup sebagai bangsa yang berdaulat dan sebagai hamba Alloh yang taat beribadah.

Jika kita tak ingat hari ini, dan makna yang dalam hari ini maka kita pasti tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan bagi diri kita sendiri selain hanya angan-angan kosong, kemesraan semu dan cinta palsu. Siapa yang seharusnya kita cintai? Bukankah Dia telah melimpahkan cinta yang sedemikian banyak pada kita hingga kini.

Ayuh kita bangkit, bergerak, membuat perbaikan dan bukan hanya sekedar perubahan. Dengan ilmu dan amal. Negeri kita butuh pemuda-pemuda yang bekerja keras. Bukan pemuda-pemuda yang hanya nonton konser musik, sepak bola dan tari-tarian di diskotik. bukan pula pemuda-pemudi yang asyik berduaan di bawah pohon rindang, padahal di saat itu negara-negara lain tengah mempersiapkan diri untuk mengambil alih kekayaan dan kepunyaan negeri ini.

Ayuh kita lakukan perbaikan, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini dan mulai dari hal yang kecil

Sahabatmu di bumi perjuangan

Ardika Abu Zaid al-Jabaly

1 Comment more...

Artikelku

Belajar Memanfaatkan Waktu Dari Orang-Orang Besar

Oleh : Yuli Ardika Prihatama

Waktu Telah Habis !
“Aduh, kok tiba-tiba udah sore gini. Padahal aku belum dapat apa-apa untuk bahan tugas besok.”
Ungkapan di atas atau yang sejenisnya pasti sering kita dengar dari teman-teman atau orang-orang di sekitar kita. Bahkan terkadang kita sendiri pun sering melakukannya. Di dunia kampus atau sekolah, khususnya di Indonesia, kejadian seperti di atas sudah bukan hal yang aneh. Apalagi bagi para penuntut ilmu yang rajin menyelesaikan SKS -nya. Ungkapan semacam itu merupakan bagian istimewa yang mewarnai hari-hari mereka.
Disadari atau tidak, setiap hari kita pasti akan menjalani suatu proses yang disebut dengan kehidupan. Setiap desah nafas dan aktivitas kita merupakan tanda bahwa kita masih bisa disebut sebagai makhluk hidup. Sejak lahir hingga menjadi menjadi seperti sekarang ini, kita telah melalui rentang waktu yang cukup panjang. Berbagai tahapan kehidupan pun telah kita jalani. Dari yang termudah dan terindah hingga yang tersulit dan menyakitkan, semuanya pasti sudah kita rasakan meskipun dengan kadar dan ukuran yang berbeda-beda. Karena perasaan manusia memang berbeda-beda.  (continue reading…)


Pesona Pantai Di Gunungkidul

Kawan, pernahkah kalian berkunjung ke Gunungkidul? Sebuah kabupaten kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di samping menyimpan kekayaan berupa kawasan karst terbaik di dunia,  Gunungkidul juga memliki garis pantai yang panjang dengan pemandangan yang indah sekali. Mau tahu pantai apa saja simak artikel berikut ini:

Wisata Pantai

Pantai Baron

Pantai Baron merupakan pintu gerbang masuk kawasan obyek wisata pantai. Pantai ini dikelilingi bukit-bukit kapur yang diatasnya terdapat jalan setapak dimana wisatawan dapat menikmati keindahan laut yang luas dan khas. Di sebelah barat, terdapat muara air sungai bawah tanah (air tawar) sehingga ada suatu tempat pertemuan antara air laut dan air tawar. Ciri khas pantai Baon adalah banyaknya aneka ikan laut segar maupun siap saji termasuk menu spesial Baron yaitu Sop ikan Kakap. Masyarakat nelayan setempat biasa melaksanakan Upacara Sedekah Laut yang dilakukan rutin tiap bulan Suro (penanggalan Jawa). Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas panen ikan yang melimpah dan permohonan keselamatan dalam mencari ikan di laut. Fasilitas yang telah tersedia antara lain: Hotel kelas melati, Warung makan, kios-kios cinderamata, panggunung terbuka. serta gedung pertemuan. (continue reading…)


Ilmuwan-Ilmuwan Muslim Dalam Sejarah

Abu Rayhan al-Biruni adalah seorang ilmuwan besar, fisikawan, astronom, sosiolog, sastrawan, sejarawan dan matematikawan yang nilainya tidak pernah diketahui. Dia dipertimbangkan sebagai bapak dari unified field theory (teori segala sesuatu -pen) oleh peraih penghargaan Nobel Profesor Abdus Salam. Abu Rayhan al-Biruni hidup hampir seribu tahun yang lalu dan sezaman dengan Ibn Sina (Avicenna) dan Sultan Mahmoud Ghazni.

Pada saat menjelang akhir hayatnya, Biruni dikunjungi oleh tetangganya yang merupakan ahli fiqih. Abu Rayhan masih dalam keadaan sadar, dan tatkala melihat sang ahli fiqih, dia bertanya kepadanya tentang hukum waris dan beberapa hal yang berhubungan dengannya. Sang ahli fiqih terkesima melihat seseorang yang sekarat masih tertarik dengan persoalan-persoalan tersebut. Abu Rayhan berkata, “Aku ingin bertanya kepadamu: mana yang lebih baik, meninggal dengan ilmu atau meninggal tanpanya?” Sang ahli fiqih menjawab, “Tentu saja lebih baik mengetahui dan kemudian meninggal.” Abu Rayhan berkata, “Untuk itulah aku menanyakan pertanyaanku yang pertama.” Beberapa saat setelah sang ahli fiqih tiba dirumahnya, tangisan duka mengatakan kepadanya bahwa Abu Rayhan telah meninggal dunia. (Murtaza Mutahhari: Khutbah Keagamaan)

Setelah itu, hampir seribu tahun yang lalu, ketika umat muslim adalah pembawa obor pengetahuan pada zaman kegelapan. Mereka menciptakan peradaban Islam, didorong oleh penelitian dan penemuan ilmiah, yang membuat bagian dunia lainnya iri selama berabad-abad.

Dalam kata-kata Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner dan berbakat tinggi, “Adalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi. Adalah para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat tercipta. Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit. Adalah para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan membuat mereka penuh energi. Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu pengetahuan tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain. Tatkala peradaban barat modern sedang berbagi pengetahuan ini, peradaban yang sedang saya bicarakan ini adalah dunia Islam bermula pada tahun 800 hingga 1600, yang termasuk di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan penguasa agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian dasar dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa kontribusi para matematikawan arab.” (continue reading…)


Putra Bangsa Indonesia dalam Bidang Teknologi

Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie


Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia ke-1

Wakil Presiden Indonesia ke-7

Presiden Indonesia ke-3

Lahir  25 Juni 1936 (umur 73) di  Parepare, Sulawesi Selatan

Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 73 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.

Keluarga dan pendidikan

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Alwi Abdul Jalil Habibie lahir pada tanggal 17 Agustus 1908 di Gorontalo dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo lahir di Yogyakarta 10 November 1911. Ibunda R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai penilik sekolah. B.J. Habibie adalah salah satu anak dari tujuh orang bersaudara.[1] (continue reading…)


Kisah Lucu Sang Einstein

Siapa tidak kenal nama Albert Einstein, seorang Ilmuwan besar super jenius keturunan Yahudi yang dikenal sebagai bapak moyang Bom Atom yang mengerikan itu,

Berikut kisah cerita lucu tentang Einstein ilmuwan mabuk cinta.

untitled

Dalam dunia sains, selain berkutat dengan penelitian yang super ribet dan melelahkan serta memakan banyak biaya, para saintis juga mengisi waktu dan ketekunan mereka dengan jeda. Jeda itu mereka sebut humor, joke atau mob atau orang Manggarai Flores bilang ‘tombo bop’. Salah satu yang paling terkenal (dari sedikit yang pernah saya dengar) adalah tentang humor tentang Om Kumis Putih Einstein. (continue reading…)


Artikelku

PARADOKS GURU BERSERTIFIKASI DALAM WAJAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh: Yuli Ardika Prihatama

(Artikel ini mendapat juara III dalam lomba Artikel Ilmiah Pekan Ilmiah Mahasiswa yang diselenggarakan oleh LSP dan BEM FKIP UNS tahun 2010)

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jika guru kencing berlari, murid kencing …..

Kalimat pertama di atas adalah peribahasa Indonesia yang sudah sering kita pelajari sejak SD sampai SMA. Sedangkan kalimat selanjutnya hanya sebuah pertanyaan implikatif dari dari peribahasa sebelumnya yang belum terungkap jawabannya.

Ada pemandangan menarik tentang perilaku para “pendidik” yang ada di sekitar kita saat ini. Khususnya mereka yang telah mendapat sertifikat sebagai pendidik “profesional”. Alih-alih pemerintah bermaksud menaikkan kesejahteraan para guru agar mereka dapat bekerja lebih profesional dan berdedikasi, ternyata “sebagiannya” menjadi semakin tidak profesional dan produktif, bahkan kontradiktif terhadap harapan tersebut. Sekali lagi kita katakan “sebagiannya”, artinya sebagian yang lainnya sudah menuju pembenahan diri untuk benar-benar menjadi pendidik profesional lagi berdedikasi. Maka selanjutnya akan kita kupas perilaku yang “sebagiannya” ini untuk menemukan sebuah paradoks guru bersertifikasi dalam wajah pendidikan kita. (continue reading…)


  • Welcome

    Assalamu'alaykum

    Ahlan wa sahlan kepada semua pengunjung Blog ini. Semoga Anda dapat mengambil manfaat dari keberadaan blog ini!

  • Kalenderku

    January 2012
    S M T W T F S
    « May    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Waktu Sekarang

  • Polls

    Bagaimana Pendapat Anda Mengenai Blog ini?

    View Results

    Loading ... Loading ...
  • Blog Viewer

    free counters
  • Members

  • RSS detiknews

  • Copyright © 1996-2010 Time is Limited. All rights reserved.
    iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress